Home » , , , » Bank Indonesia koleksi Lukisan Palsu ?

Bank Indonesia koleksi Lukisan Palsu ?

Written By Adhy Nugroho on Sabtu, 17 Maret 2012 | 20.57



Kabar mengejutkan datang dari Bank Indonesia (BI), bukan soal keuangan melainkan masalah lukisan palsu. Berita itu disampaikan oleh Hidajat LPD, seorang kurator dan pelukis yang ditugasi BI untuk memeriksa koleksi lukisan di gedung Bank Sentral, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.
Hidajat sudah mejelaskan penemuannya itu di kantor BI lantai tujuh, Jakarta, Selasa (14/2). Dalam sebuah rapat melingkar itu, Hidajat mengaku menitikkan air mata. Ia tak menyangka ada kasus seperti itu di BI. "Di Eropa atau negara beradab, ini sudah memalukan," kata Hidajat kepada Jurnal Nasional.
Hidajat diundang dalam rapat itu untuk melaporkan hasil kerja kurasi atas karya seni milik BI. Hadir dalam rapat itu perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan dan Bagian Biro Perencanaan Logistik BI. Sejak Januari 2012, BPK memang sedang mengaudit laporan keuangan BI.

Hidajat selama 90 hari sejak Oktober 2011 diminta meneliti dan menilai beberapa karya seni termasuk lukisan, patung, dan batik. Ia pun mengajak beberapa ahli seperti Abdul Hadi WM (budayawan), Yusuf Effendi (Guru besar FSRD-ITB merangkap dosen di Universitas Trisakti), Sri Warso Wahono (konsultan artistik Badan Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki), dan Bambang Wibawarta (Dekan FIB Universitas Indonesia).

Dari penilaian mereka disimpulkan sejumlah lukisan koleksi BI diduga palsu dan harga beli lukisan digelembungkan (mark-up). Sebanyak 29 lukisan diragukan keasliannya, enam kualitas A, 31 kelas B, 52 kelas C, dan 11 kualitas D.

Di antaranya yang diduga palsu adalah lukisan Raden Saleh, Popo Iskandar, Wakidi, Hendra Gunawan, Basuki Abdullah, Abdullah SR, Lee Man Fong, S Sudjojono, Affandi, Otto Djaya, Dullah, Trubus S, William Trooat, Liem Tjoe Ing, Ernest Dezentje, dan Srihadi.

Menurut Hidajat, tidak mungkin lukisan karya Raden Saleh berjudul Braving the Storm (1900) dibeli dengan Rp524 juta. Harga lukisan itu kini sudah setara Rp25 miliar bahkan Rp50 miliar. Begitu juga dengan lukisan Hendra Gunawan berjudul Kenangan 45 (2003) yang seharga Rp1,3 miliar. "Sebab, Hendra Gunawan sudah meninggal pada tahun 1983," katanya.
Hidajat mengatakan lukisan Hendra ada tiga dan diragukan keasliannya. Dari harga beli antara Rp502-930 juta, harusnya lukisan Hendra saat itu sudah mencapai Rp9 miliar. "Ada yang lukisan Srihadi, yang oleh pelukisnya sendiri juga dikatakan palsu," katanya.

Sebetulnya dirinya sudah melihat tanda-tanda kejanggalan dalam beberapa lukisan di BI sejak 2003, saat itu ia bersama kurator dari Belanda datang ke BI. Tapi baru yakin itu palsu setelah dirinya ditunjuk BI sebagai kurator pada 2011.

Beberapa lukisan itu, katanya, dibeli sekitar tahun 2002-2003. Saat itu dibentuklah tim proyek pembelian dan diperkirakan menghabiskan sebanyak Rp250 miliar, tapi dalam taksiran Hidajat sebesar Rp270 miliar.

Selain dugaan palsu, ia juga melihat ada mark-up pembelian lukisan, seperti lukisan milik Kartika Affandi berjudul Gunung Kawi Gianyar (2004) yang dibeli dengan harga Rp150 juta, padahal menurutnya, harga jual cuma Rp15 juta.

Lukisan-lukisan itu dibeli BI sebagai penghias interior gedung. BI menyatakan tidak mengkoleksi lukisan tersebut. Menurut Hidajat, saat itu ada beberapa kurator dilibatkan BI seperti Agus Dermawan, Suwarno Wisetromo dan lainnya. Meski terlambat, pada Selasa (14/2), Agus Dermawan mengirimkan pernyataan tertulis yang dikirimkan ke BI bahwa beberapa lukisan memang palsu.

Beberapa karya lukisan itu kemudian dibukukan pada 2010 dengan judul Sepotong Tanda Peradaban dengan penulis Suwarno Wisetromo. Lukisan Hidajat pun ada dalam katalog itu.
Kepala Biro Humas BI Divi A Johansyah belum bisa memberikan komentar atas kasus tersebut. "Ini saya masih mempelajari dulu," katanya.



Share this article :

0 comments :

Poskan Komentar

Search ...

Random Post

Newest from my Blog

 
Find Me : Twitter | Facebook | Blog
Copyright © 2011-2013. Gembel Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger